Wednesday, 23 November 2016

COBA 02

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, ada satu cara untuk dapat mengisi kekurangan dana infrastruktur. Yakni dengan menggunakan potensi dana di pasar modal secara maksimal.

"Pak Jokowi bilang ada kebutuhan Rp 4.900 triliun untuk infrastruktur, pemerintah hanya bisa Rp 1.500 triliun, maksimalkan dong pasar modal. Pakai dong dana dari masyarakat seluruh dunia. Untuk jangka panjang, pakai dana pasar modal," ungkap Tito di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2016).

Tito mengatakan, pembangunan infrastruktur dapat mengandalkan dana pasar modal pada tahun 2017 mendatang. Hal itu dilihat dari potensi tambahan emiten yang bakal datang pada tahun 2017 nanti.

"Ekonomi global memang jelek sekali tapi walaupun demikian 74% global turun, kita malah tetap tumbuh 20%, masih bagus, tapi kita percaya tahun depan dengan demand yang banyak ada Rp 212 triliun dari institusi untuk saham di tahun depan, saya percaya 35 emiten tercapai tahun depan," tutupnya. (drk/drk) 
<< Sebelumnya.

COBA 01

Coba:

Bangun Infrastruktur Butuh Rp 4.900 T, Dirut BEI: Pakai Dong Dana dari Pasar Modal


Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur selama 5 tahun masa pemerintahannya. Pembangunan ini mencakup jalan, pelabuhan, maupun bandara.

Namun, Jokowi mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun ini butuh anggaran hingga Rp 4.900 triliun. Sedangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu membiayai sebesar Rp 1.500 triliun saja.

Selanjutnya>>